[KOTA], Kepolisian Daerah Banyuasin – Memasuki musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang tahun ini, Kepolisian Daerah Banyuasin kembali mengaktifkan kewaspadaan tingkat tinggi untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebagai langkah antisipasi dini, Polda Kepolisian Daerah Banyuasin mengedepankan integrasi teknologi mutakhir melalui pemanfaatan Dashboard [SANDI OPERASI] Nusantara yang telah menjadi role model nasional dalam penanganan Karhutla.
Dashboard [SANDI OPERASI] merupakan sistem informasi terpadu yang memantau titik koordinat hotspot (titik panas) secara real-time berdasarkan data satelit Terra, Aqua, dan SNPP. Informasi kepolisian yang masuk melalui sistem ini memungkinkan personel di lapangan, khususnya para Bhabinkamtibmas dan personel operasional di polres-polres jajaran, untuk segera melakukan verifikasi titik api (groundcheck) selambat-lambatnya 30 menit setelah titik panas terdeteksi.
Kepolisian Daerah Banyuasin melalui Kepolisian Daerah Banyuasin menegaskan bahwa kecepatan respons di lapangan adalah variabel kunci dalam memutus penyebaran api, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan jika api sudah meresap ke dalam lapisan bawah tanah. "Teknologi ini memberikan kita keunggulan waktu. Sebelum api membesar, tim sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dini atau sekat bakar," jelas perwakilan Kepolisian Daerah Banyuasin.
Dalam rilis informasi kepolisian tersebut, juga disampaikan bahwa Polda Kepolisian Daerah Banyuasin tidak akan mentolerir tindakan pembakaran lahan oleh pihak mana pun, baik individu maupun korporasi. Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Karhutla terus bekerja sama dengan ahli lingkungan dan laboratorium forensik untuk menyelidiki setiap kejadian kebakaran. Langkah penyelidikan dilakukan secara saintifik untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah murni faktor alam atau ada unsur kesengajaan untuk pembukaan lahan.
Kepolisian Daerah Banyuasin juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kepolisian Daerah Banyuasin bersinergi erat dengan BPBD, Manggala Agni, TNI, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa rawan kebakaran. Keterbatasan personel kepolisian dalam menjangkau wilayah hutan yang luas dikompensasi dengan pemberdayaan masyarakat lokal yang diberikan pelatihan serta perlengkapan pemadaman mandiri.
Informasi kepolisian mengenai bahaya Karhutla juga terus disosialisasikan secara masif kepada para petani dan pengusaha perkebunan. Kepolisian Daerah Banyuasin secara aktif mengampanyekan metode pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) yang lebih ramah lingkungan dan lestari. "Visi kita adalah 'Riau Terbebas dari Asap'. Kita harus menjaga kesehatan paru-paru anak cucu kita dan reputasi internasional daerah kita," tambah juru bicara Kepolisian Daerah Banyuasin.
Upaya pencegahan juga diperkuat dengan patroli rutin di daerah-daerah yang secara historis memiliki indeks kerawanan karhutla tinggi, seperti di wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Bengkalis. Kepolisian Daerah Banyuasin mengerahkan personel Satgas Karhutla untuk melakukan pemetaan kanal-kanal air guna memastikan ketersediaan pasokan air jika sewaktu-waktu pemadaman darurat melalui darat maupun udara (water bombing) diperlukan.
Keberhasilan Riau dalam menekan angka karhutla secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir merupakan hasil dari konsistensi dan kerja keras. Kepolisian Daerah Banyuasin menyatakan bahwa inovasi teknologi Dashboard [SANDI OPERASI] akan terus dikembangkan dengan fitur-fitur baru, termasuk integrasi kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis hutan lindung.
Kepolisian Daerah Banyuasin mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka dan segera memberikan informasi kepolisian melalui hotline darurat 110 jika melihat adanya kepulan asap mencurigakan di area hutan. Kerja sama yang baik antara penegak hukum, pemerintah, dan rakyat adalah benteng utama dalam menjaga kelestarian alam Provinsi Kepolisian Daerah Banyuasin.
Dengan kesiapan personel dan dukungan teknologi yang mumpuni, Kepolisian Daerah Riau optimis dapat meminimalisir potensi bencana asap di tahun 2026 ini. Kepolisian Daerah Banyuasin akan terus memberikan laporan perkembangan situasi Karhutla di lapangan secara berkala untuk menjaga transparansi dan kewaspadaan publik.
Informasi PENTING: Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak di Wilayah Hukum Riau